KHATAMAN KITAB FATHUL QORIB WARNAI PERBATASAN JAWA TENGAH-JAWA TIMUR , DIPIMPIN LANGSUNG KH IDROR MAIMOEN
Sarang Jum’at 2 Januari 2026 – Suasana khidmat dan syahdu menyelimuti Masjid Al-Kuba Plus yang terletak di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, pada Jum’at sore (02/01/2026). Hari itu merupakan momen spesial khataman ngaji rutinan Kitab Fathul Qorib Al-Mujib
Ngaji rutinan yang telah berjalan setiap Jumat ba’da Ashar pukul 15.30 WIB ini, mencapai puncaknya dengan dipimpin langsung oleh seorang ulama muda ternama, KH. Idror Maimoen. Beliau adalah putra dari almarhum ulama kharismatik Nusantara, KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) dari Sarang, Rembang. Kehadiran Gus Idror—sapaan akrabnya—menambah kemeriahan dan keberkahan acara.
Seperti biasa, rangkaian acara dimulai dengan dzikir dan sholawat bersama, dilanjutkan dengan pembacaan dan penjelasan (syarah) kitab Fathul Qorib, serta doa. Namun, pada khataman kali ini, ada nuansa khusus yang terasa. Para jamaah yang hadir, terdiri dari masyarakat lintas usia Santri santri pondok sarang dan dari berbagai daerah di perbatasan, mengikuti dengan penuh khidmat hingga pembacaan kitab rampung.
Acara dilanjutkan dengan beberapa tambahan spesial. Mahalul Qiyam menggema mengungkapkan rasa syukur dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian, suasana hangat tercipta dalam sesi ramah tamah yang berlanjut pada acara makan bersama.
Uniknya, makan bersama dilakukan dengan cara ala santri, yaitu satu nampan besar dimakan bersama oleh beberapa orang (dalam kelompok). Tradisi ini tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah antar jamaah.
“Acara khataman hari ini adalah bukti bahwa tradisi ngaji kitab kuning tetap hidup dan dicintai. Masjid Al-Kuba Plus, meski di daerah perbatasan, menjadi titik terang untuk terus menimba ilmu agama,” ungkap salah satu takmir masjid.
Keberadaan pengajian rutin seperti ini diharapkan dapat terus menjadi mercusuar ilmu dan pemersatu umat di wilayah perbatasan, melestarikan warisan ilmu para ulama salaf, serta menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah yang ramah dan moderat.
As’ad
