Video Viral Sikap Madas Serumpun di Sampang Picu Polemik, Keluarga Kecewa

0
IMG-20260416-WA0482

 

SAMPANG, — Dinamika penegakan hukum di Kabupaten Sampang kembali menuai sorotan tajam, Kamis, (16/4/2026).

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu polemik setelah menampilkan sikap Organisasi Masyarakat (Ormas) Madas Serumpun yang dinilai tidak sejalan dengan aspirasi keadilan masyarakat kecil.

Polemik ini mencuat di tengah kontroversi atas putusan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Sampang dalam perkara yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Sejumlah kalangan menilai, keputusan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan rasa keadilan, terutama bagi pihak yang merasa dirugikan.

Kekecewaan mendalam datang dari pihak keluarga korban. Hidayat, perwakilan keluarga, menilai terdapat kejanggalan dalam proses penanganan perkara tersebut.

“Kami sangat kecewa. Dari awal proses hingga putusan, kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hukum seharusnya berdiri tegak tanpa pandang bulu, tapi kenyataannya tidak seperti itu,” ujarnya kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa keluarga hanya menginginkan keadilan yang transparan dan tidak memihak.

“Kalau rakyat kecil seperti kami tidak mendapatkan keadilan, lalu harus ke mana lagi kami mencari perlindungan?” tambahnya.

Di sisi lain, gelombang kecaman juga datang dari masyarakat.Banyak yang mempertanyakan peran dan sikap Madas Serumpun dalam polemik tersebut, yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat kecil.

Kurniawan aktivis Sampang, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi yang terjadi.
“Kami sangat menyayangkan sikap yang terkesan tidak berpihak pada rakyat.

Ormas seharusnya hadir untuk membela dan menguatkan masyarakat kecil, bukan malah membuat mereka semakin merasa sendirian,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran semua elemen dalam mengawal keadilan. “Kalau masyarakat kecil tidak didukung, sementara proses hukum juga dirasa tidak adil, ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap hukum itu sendiri,” lanjutnya.

Seiring berkembangnya polemik, desakan agar dilakukan evaluasi terhadap proses penanganan perkara pun semakin menguat.

Masyarakat berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan secara objektif dan transparan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keadilan tidak hanya dilihat dari hasil akhir sebuah putusan, tetapi juga dari proses yang jujur, terbuka, dan berpihak pada kebenaran.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” pungkas Kurniawan.

(Tem red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *